Kamis, 26 Mei 2011

2011, 16 PNS Ajukan Cerai

LUBUKLINGGAU-Selama tahun 2011 setidaknya ada 16 PNS Lubuklinggau dan Musi Rawas yang mengajukan gugatan cerai. Demikian menurut data dari Pengadilan Agama (PA) Lubuklinggau, Kamis (26/5).
Kepala PA Lubuklinggau Johan Aripin melalui Humas H Askar didampingi staf Marianto kepada Musirawas Ekspres, selama 2011 tepatnya hingga April, di PA Lubuklinggau ada 16 perkara perceraian PNS yang ditangani dan dijukan ke PA.
Sementara data perceraian sisa 2010 lalu sebnayak 177 perkara. Sedangkan pada bulan Januari 2011 perkara yang masuk mengajukan perceraian ada 81 perkara dan berjumlah 258 Perkara sedangkan yang telah diputus ada 77 perkara, sedangkan sisinya 177 perkara.
Pada Februari 2011 perkara yang masuk ada 81 perkara sehingga totalnya 257 perkara dan telah putus 66 perkara sedangkan sisanya ada 182 perkara. Maret 2011 perkara yang masuk ada 91 perkara sehingga berjumlah 273 perkara sedangkan perkara yang telah diputus ada 95 perkara.

Sedangkan April 2011 perkara yang masuk ada 77 perkara sehingga berjumlah 249 perkara dan sisidanya ada 172 perkara. Sedangkan yang telah diputus ada 53 perkara. Sehingga sisinyanya hingga data yang ada sampai bulan April 2011 ada 189 perkara perceraian yang ditangani PA Lubuklinggau.
Perkara itu sendiri tiap tahunnya naik bila dibandingkan pada tahun sebelumnya 2010 total 824 perkara sedangkan pada 2009 ada 715 perkara perceraian. “Grafik perkara perceraian yang ditangani PA setiap tahunnya mengalami leningkatan,” jelasnya.
Dari jumlah perkara tersebut ada sekitar 25 persen berhasil didamaikan dan rujuik kembali. “Masalah yang menjadi faktor penceraian, diantaranya masalah ekonomi dan tidak ada kecocokan laagi dalam membina rumah tangga,” pungkasnya.(ari)

Baca Selengkapnya......

Senin, 18 Oktober 2010

Tujuh Pejabat Non-Job

*Wako Rotasi 71 Pejabat Struktural
LUBUKLINGGAU-
Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi kembali menggerakan gerbong mutasi di lingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau. Bahkan kali ini gerbong mutasi yang besar digerakkan. Tepatnya 71 pejabat structural setara eselon II, III dan IV mengalami pergantian posisi jabatan.

Pelantikan yang dipusatkan di Balai Kota Lubuklinggau Perkantoran Walikota Jalan Garuda Kelurahan Kayuara Kecamatan Lubuklinggau Barat I Senin (18/10) itu berdampak pada enam pejabat setara eselon II dan III yang dibangku panjangkan dari jabatanya alias non-job dan diganti dengan wajah–wajah baru. Diantaranya H. Syamsuar Bakri lengser dari jabatanya sebagai Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daearah (DPKA) Kota Lubuklinggau dan digantikan oleh pejabat yang baru Zulkifli Idris yang sebelumnya Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Kalurahan (BPMPK) Kota Lubuklinggau.

Sementara untuk posisi Kepala BPMPK saat ini diisi Erwin Armeidi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Lubuklinggau. Sedangkan untuk kepala KLH sendiri saat ini dijabat Johanes Sitepu . Menyusul sejumlah pejabat yang non-job dari jabatanya antara lain, Haerudin mantan Kepala Kantor Penanamn Modal berganti wajah baru yakni Kamaludin yang sebelumnya di Sekretariat DPRD Kota Lubuklinggau. Kemudian H. Bahrudin menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Perizinan menggantikan Sapriyadi.

Seterusnya Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) saat ini dijabat oleh Aunurofiq menggantikan Maryani, Sekretaris Disperindag Kota Lubuklinggau Mursal Husni juga lengser dari jabatanya diganti oleh Jundahri, dan Kabid Pengairan Dinas PU Kota Lubuklinggau HM Karmin diganti oleh Dedy Purbaya.


Pada kesempatan itu Walikota Lubuklinggau H. Riduan Effendi mengatakan rotasi jabatan yang dilakukan merupakan upaya penyegaran dan kebutuhan organisasi. Makanya mutasi dan promosi jabatan yang diberikan hendaknya dapat dibuktikan dengan menjalankan tugas dengan baik.

“Kepada pejabat yang dilantik untuk dapat menjalankan fungsinya dengan maksimal demi terwujudnya tatanan birokrasi pemerintah yang bedampak pada optimalisasi pelayanan kepada masyarakat,” tegas Wako.

Untuk diketahui juga selain beberapa pejabat non-job pejabat lainya mengalami pergantian posisi seperti Zainal KRJ saat ini menjabat Staf Ahli Bidang Kemasyarakan dan Sumber Daya Manusia, kemudian Hermansyah Unip Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Nobel Nawawi Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

Sementara Surya Dharma dikukuhkan menjadi Kepala Bandiklat Kota Lubuklinggau. Heri Zulianta menjabat Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Lubuklinggau menggantikan Ruslan Erli yang diposisikan sebagai Kabag Persidangan, Risalah dan Pengkajian Hukum Sekretariat DPRD Kota Lubuklinggau.

Kemudian untuk jabatan Camat juga dilakukan rotasi seperti Ahmad Tofan yang sebelumnya Camat Lubuklinggau Timur II dimutasi ke Lubuklinggau Barat I. Sedangkan untuk Camat Lubuklinggau Timur II dijabat Yenni Agustini kemudian Amrulean Thoni Camat Lubuklinggau Timur I menggantikan Walyusman yang saat ini menjadi Inspektur Pembantu Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Inspektorat Kota Lubuklinggau.

M Yunus Camat Lubuklinggau Utara I menggantikan Zainal Arifin yang saat ini di promosikan sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Lubuklinggau. Sedangkan Camat Lubuklinggau selatan I dijabat oleh S. Kusrianto menggantikan Rosidin yang saat ini menjabat sebagai sekretaris BPMPK Kota Lubuklinggau. Akibat rotasi pada jabatan Camat tersebut Hamzah Adit Camat Lubuklinggau Barat I yang informasinya November 2010 ini telah memasuki masa purna tersebut non-job dari jabatanya.

Selain itu masih banyak lagi pejabat setara eselon III dan IV yang mengalami rotasi maupun promosi jabatan, seperti Kabid Pertambangan dan Energai yang saat ini dijabat oleh Misno, kemudian Chairil Anwar menjabat sebgai Kepala Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga Sekretariat DPRD Kota Lubuklinggau. (ME-06)

Baca Selengkapnya......

Target Temui Wako, Massa Cueki Wawako dan Sekda

*Aksi Warga Linggau Utara I dan GMNI
LUBUKLINGGAU
-Wakil Walikota (Wawako) Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe dan Sekda H Akisropi Ayub dicueki massa gabungan masyarakat Lubuklinggau Utara I dan GMNI yang menggelar aksi mendatangi Pemkot Lubuklinggau Senin (18/10). Massa dengan tegas tidak mau menerima Wawako dan Sekda Lubuklinggau sebagai perwakilan Walikota.

Kondisi ini tergambar saat aksi di Kantor Walikota Lubuklingagu Senin (18/19). Massa tetap ingin pada target utama yakni bertemu dengan Walikota (Wako) Lubuklinggau, H Riduan Effendi dengan alasan Wako yang memberikan kebijakan terhadap izin penambangan galian C di Ulu Malus. Dengan tegas massa juga menyampaikan solusi yang dijalankan Wako dengan atas digantikannya camat, kepala dinas dan pihak terkait yang berkaitan dengan permasalahan galian C tidak menyelesaikan permasalahan galian C .

Disampaikan Taufik, selaku Koordiantor Aksi mengatakan Wako terkesan ’letoy’.
”Maksudnya Walikota letoy dalam menuntaskan permasalahan yang sudah lebih dua tahun tanpa indikasi dan kajian ulang terhadap dampak lingkungan akibat aktifitas penambangan di Ulu Mlustersebut,” tegas Taufik. Makannya mereka meminta Wako mengeluarkan kebijakan selaku kepala daerah yang memiliki wewenang menghentikan aktifitas galian C di Sungai Malus.

“Kalau Walikota tidak berani mengeluarkan kebijakan tegas, artinya ada apa-apanya,” ungkapnya saat orasi, Senin (18/10). Selain itu, kebijakan tidak populis yang dikeluarkan Pemkot Lubuklinggau, bahwa penambangan galian C dengan alasan untuk mendukung program pembangunan, sangat merugikan masyarakat. Dilanjutkannya, kepala daerah tidak peka dan tidak peduli terhadap persoalan yang terjadi dimasyarakat.
“Padahal sudah sangat jelas, akibat pemberian izin kepada pihak perusahaan, yang rugi adalah warga karena memakai air sungai yang tercemar,” tegas Taufik.

Dikatakannya, ada yang aneh jika Wako tidak mengetahui aktivitas galian C tersebut. Mengingat Rumah Dinas Walikota ada di Kecamatan Lubuklinggau Utara I “Lubulklinggau memang kota perdagangan dan jasa, makanya Lubuklinggau dijadikan objek untuk mengisi kantong pribadi bagi orang-orang yang tidak pernah merasa memiliki masyarakat dan daerah ini,” jelas Taufik geram.

Sementara itu, Ketua GMNI Lubuklinggau, Redi Lansa yang juga pemuda asli Tanjung Raya mengatakan paradigma masyarakat terhadap DPRD Lubuklinggau belum juga menunjukan kinerja yang baik.
“DPRD seharusnya menjadi laskar masyarakat, yang harus berjuang tanpa ada kepentingan personal di dalamnya,” jelas Redi. Dikatakannya, Sidak yang dilakukan komisi II dan komisi III beberapa waktu lalu tidak jelas ujung pangkalnya. Karena rekomendasi untuk mencabut izin galian C yang katanya akan dikeluarkan DPRD Lubuklinggau terhadap Walikota sampai sekarang belum dikeluarkan.

Sementara itu, Hasbi Asadiki, Ketua DPRD Lubuklinggau menyampaikan bahwa akan menyampaikan rekomendasi terhadap Walikota agar menstop pengoperasian galian C di Ulu Malus. Apabila perlu tidak lagi memberikan izin aktifitas penambangan Ulu Malus.

Aren Frima selaku aktivis GMM menyatakan bahwa jawaban Ketua DPRD Lubuklinggau, Hasbi Asadiki sangat normatif dan sudah basi. Bahkan Ketua tidak mengeluarkan pernyataan yang memuaskan basi massa.
“DPRPD seharusnya sangat tegas terhadap kepala daerah akan permasalahan tersebut, sangat jelas bahwa Pemkot Lubuklinggau tidak pernah memperhatikan dampak bagi penambangan tersebut,” jelas Aren.

Selain itu, DPRD harus mempertegas dan belajar dengan UU no.32 tahun 2009 tentang pengelolahan dan pengendalian Lingkungan Hidup. Dimana bahwa kepala daerah dan pejabat yang mengeluarkan izin pertambangan tanpa mempertimbangkan dampak kerusakkan lingkungan akan dipidanakan.
“Jadi bisa dipidana bagi pejabat yang tidak jeli terhadap dampak lingkungan,” ungkapnya. Intinya DPRD Kota Lubuklinggau harus menginterpelasi Walikota Lubuklinggau atas kebijakan yang telah mengeluarkan izin galian C tersebut. (CW-02)

Baca Selengkapnya......

Jumat, 15 Oktober 2010

Hari ini, Lubuklinggau Berusia 9 Tahun

LUBUKLINGGAU-Hari ini (Sabtu, 16/10) Kota Lubuklinggau tepat berusia sembilan tahun, setelah memisahkan diri dari Kabupaten Musi Rawas. Untuk merayakan hari ulang tahun (HUT) ini, mulai pukul 9.00 WIB Pemerintah Kota Lubuklinggau melaksanakan rangkaian kegiatan.

Acara dimulai di Gedung Kesenian Sebiduk Semare Kota Lubuklinggau dengan agenda khusus sidang paripurna DPRD Kota Lubuklinggau bersama Pemerintah Kota Lubuklinggau dan para pejabat penting yang diundang. Dipastikan Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin akan hadir pada rangkaian agenda acara HUT Kota Lubuklinggau tahun 2010 ini.

Pantauan Musirawas Ekspres di lapangan menunjukan panitia HUT Kota Lubuklinggau ke IX hingga sore kemarin masih tampak sibuk mempersiapkan segala keperluan yang akan di gunakan acara hari ini. Baik itu tempat dan ruang paripurna yang dipusatkan di Gedung Kesenian Sebiduk Semare, hingga sore sejumlah panitia masih sibuk menata meja dan kursi.

Sementara itu di lokasi sport centre di Kelurahan Petanang Kecamatan Lubuklinggau Utara I hingga sore kemarin sejumlah panitia juga masih sibuk memasang tenda, begitupun di Lapangan Merdeka lokasi yang digunakan untuk pagelaran Linggau Ekspo 2010 pun hingga tadi malam masih tampak kesebukan dari panitia.

Padahal sebelumnya pihak panitia mengklaim persiapan kegiatan tersebut sudah mencapai 80 persen.“Alhamdulillah berbagai persiapan sudah kami persiapkan dengan baik, mulai dari persiapan tempat acara, undangan sampai pemasangan baliho. Dan direncanakan Gubernur akan hadir,” ujar Kabag Humas dan Protokol setda Kota Lubuklinggau, Ruslan Erli, kemarin, Selasa (12/10).

Berdasarkan jadwal yang disusun, H. Alex Noerdin akan menghadiri acara sidang paripurna DPRD dalam rangka HUT Kota Lubuklinggau ke IX di Gedung Kesenian, dilanjutkan pemasangan tiang pancang pembangunan gedung Sport Center di Kelurahan Petanang Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Sedangkan untuk pembukaan Linggau Ekspo 2010 rencanya akan dibuka malam ini Oleh Walikota Lubuklinggau H. Riduan Effendi.

Ruslan menambahkan, selain Gubernur, rencanya hari ini juga akan dihadiri oleh kepala daerah di 14 kabupaten/kota Se Sumsel dan kepala daerah kabupaten tetangga. “Sekitar 1500 undangan sudah kami sampaikan. Nantinya juga akan dihadiri mantan pejabat, tokoh masyarakat dan pemuda Kota Lubuklinggau termasuk mantan Wakil Walikota Lubuklinggau Edy Syahputra juga diundang untuk menghadiri rangkaian HUT kota tahun ini,” pungkasnya. (ME06)

Baca Selengkapnya......

Kamis, 14 Oktober 2010

Pembangunan Bank Mega Bermasalah

LUBUKLINGGAU-Pembangunan Bank Mega Kota Lubuklinggau, di Jl. Yos Sudarso Kelurahan Taba Koji Kecamatan Lubuklinggau Timur I, yang hingga Rabu (13/10) masih dalam tahap pengerjaan dinyatakan bermasalah. Mulai dari tak layak dan segi luasan parkir yang dimiliki, juga soal perizinan.

Kasi Pemeliharaan Bidang Parkir Dishubkominfo Kota Lubuklinggau, Sulisyanto, saat meninjau Bank Mega bersama pihak Kantor Lingkungan Hidup (KLH), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Satpol PP, dan pihak kecamatan setempat, menjelaskan lahan parker Bank Mega tidak layak.

“Sebelumnya kita sudah dua kali menyarankan guna menambah luasan areal parkir. Minimal halaman parkir berukuran 12-15 meter dari pinggir siring. Tapi sampai hari ini (kemarin.red), tampaknya belum juga direalisasi,” ujar Suliyanto.

Penyediaan lahan parkir yang layak, menurut Suliyanto sudah seharusnya dilakukan. Terlebih lokasi Bank Mega berada di lingkungan dan arus lalu lintas yang sangat padat. “Jika diukur dari siring menuju pondasi, sangatlah sempit. Tempat parkir karyawannya saja belum tentu muat. Apalagi ditambah kendaraan nasabah. Bisa-bisa, badan jalan yang akan menjadi areal parkir,” tambahnya.

“Untuk bidang lingkungan hidup, kita hanya minta disediakan sumur resapan guna mengantisipasi banjir. Kita tahu, jika hujan, jalur ini kerap digenangi air. Dan pihak Bank Mega sendiri menyanggupinya,” ujar Kepala KLH Lubuklinggau, Erwin Armeidi.

Terkait IMB Bank Mega, Kasi Penataan Lingkungan Dinas PU Lubuklinggau, Iwan Ramadi mengaku masih dalam proses. “Memang pembangunan sempat kita stop beberapa hari. Namun yang jelas, IMB-nya masih dalam proses,” jelas Iwan singkat.

Untuk diketahui, peninjauan tim dari Pemkot ini merupakan tindak lanjut rapat yang digelar yang dipimpin Sekda Lubuklinggau, H Akisropi Ayub. Dalam rapat, tim diminta ke lokasi guna mengecek kelayakan pembangunan, baik bidang parkir, lingkungan hidup dan izin mendirikan bangunan (IMB). 

Pihak Bank Mega, Nana enggan berkomentar terkait hasil pantauan tim. “Soal itu bukan kewenangan saya,” ujar Nana, yang sempat mendampingi tim.

Meski demikian, fasilitator pihak Bank Mega, Rusman Effendi mengaku siap mengikuti saran dari tim. “Prinsipnya kita siap mengikuti prosedur yang diberikan tim. Baik luas parkir, sumur resapan dan lainnya. Bahkan kita siap membongkar pondasi pangkal 30 cm. Meski, panjang pondasi dengan as jalan lebih dari 16 meter, sebagaimana diatur dalam Perda No. 16,” pungkas Rusman. (ME-03)

Baca Selengkapnya......

Anak Panti Dicabuli Suami Pengurus Panti

*Mawarwati: Tidak Benar dan Bohong
LUBUKLINGGAU
-Dua anak perempuan dari Panti Asuhan Budi Mulya milik Pemkab Musi Rawas di Jl Bengawan Solo Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara II, mengaku menjadi korban pencabulan. Pelakunya diduga adalah suami dari pengurus panti, yakni inisial KS (40).

Dua anak perempuan itu adalah PH (14), LS (16). Bahkan perbuatan asusila tersebut, ada yang terlihat oleh anak-anak lainnya. Persoalan ini, Rabu (13/10) sekitar pukul 16.00 WIB diceritakan anak-anak tersebut kepada Musirawas Ekspres.

Dijelaskan PH, perbuatan tidak senonoh dari KS dialaminya saat Ramadhan lalu. Saat itu ia sedang tertidur di dalam kamar anak perempuan, namun saat akan makana sahur, seorang temannya keluar dan lupa menutup pintu kamar.

Sehingga KH pun masuk ke dalam kamar perempuan, dan berpura-pura membangunkan anak panti asuhan wanita. Namun ia memegang perut PH dan membelai ramabutnya. “Sehingga saya terbangun,” ungkap PH.

Kejadian itu dibenarkan oleh KS (16), menurutnya saat itu ia sedang tidur-tiduran di sebelah PH. “Saya melihat KS sedang memegang perut PH. Namun PH dan temannya yang lain terbangun, sehingga dia lasngung keluar kamar,” jelasnya.

Pengakuan tersebut juga didukung oleh temannya satu kamar, FR. Menurutnya ketika ia terbangun, melihat temannya PH yang masih tidur, perutnya dipegang KS dan rambutnya dibelai

Hal yang sama juga dialami LS, kejadiannya dialami Agustus lalu sekitar pukul 17.00 WIB lalu. Bermula saat itu sedang berada di sumur, tiba-tiba dari belakang dipegang oleh pelaku KS, lalu secara sepontan ia berteriak dan marah, namun KS hanya ketawa saja.

Selain dugaan asusila, persoalan menjual bantuan untuk Panti Asuhan juga diungkapkan anak-anak panti lainnya. Seperti diceritakan AR (14), ia pernah diperintahkan oleh pengurus panti asuhan untuk mengangkut beras dan kambing yang sepengetahuannya adalah bantuan itu ke dalam mobil, selanjutnya dijual.

”Mengenai persoalan ini, ditambahkan AR, mereka juga pernah mengirimkan surat ke Pemkab Musi Rawas agar pemimpin Panti Asuhan Budi Mulya segera diganti,” tambahnya, yang dibenarkan anak panti lainnya.

Warga sekitar Johansyah, kepada Musirawas Ekspres mengungkapkan ia mendapatkan laporan dugaan tersebut dari anak-anak panti. “Laporannya seperti bantuan yang sering diterima untuk keperluan anak panti itu sering tidak tepat sasaran, dan juga suami pengurus panti asuhan sering memegang-megang anak panti wanita yang tinggal di sana,” jelas Johansyah.

Namun selama ini, anak-anak panti tersebut takut untuk melaporkan, karena sering diancam oleh pengurus panti asuhan itu. Bahkan untuk memberitahukan orang tua mereka saja, anak panti tidak berani, lantaran diancam.

Ketua Pengurus Panti Asuhan Budi Mulia, Mawarwati ketika dikonfirmasi Musirawas Ekspres soal dugaan-dugaan yang diceritakan anak-anak panti asuhan, menurutnya sama sekali tidak benar. Bahkan ia mengancam akan menuntut anak-anak tersebut, karena melakukan kebohongan.

Namun diakuinya, ia pernah mendengar isu-isu negatife menerpa, tapi sekali lagi dijelaskannya informasi itu sama sekali tidak benar.

Soal batuan, dijelaskannya telah disampaikan semuanya ke anak panti. Hanya saja memang panti pernah menerima bantuan tiga ekor kambing. “Namun kambing tersebut ada yang mati, ada yang hilang dan satunya dijual dan uangnnya dibagikan kepada anak-anak panti asuhan,” ungkapnya.

Mengenai tuduhan itu, ia menambahkan mungkin ada anak yang tidak senang, karena dikeluarkan dari panti asuhan, karena telah berulang kali melanggar aturan.

Mengenai perbuatan asusila yang dituduhkan terhadap suaminya, Mamarwati juga mengatakan tidak benar dan bohong, serta bertujuan untuk menjatuhkan dirinya dari panti asuhan yang dipimpinnya itu sejak enam bulan terakhir.

Namun ia mengakui suaminya tinggal di panti asuhan Budi Mulya itu, karena ia selaku istri juga istrinya tingal disana. “Kami akan menutut balik terhadap kebohongan ini,” tambahnya.(ME-04)

Baca Selengkapnya......

Rabu, 13 Oktober 2010

SM Swalayan Kebakaran

LUBUKLINGGAU-SM Swalayan yang terletak di Jl Yos Sudarso Kelurahan Dempo Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Selasa (12/10) sekitar pukul 22.30 WIB terbakar. Api pertama kali terlihat dari ruangan operator CCTV di lantai tiga, hingga menjalar ke ruangan lainnya di lantai tiga.

Sampai dengan pukul 02.00 WIB Rabu (13/10), Petugas Pemadam Kebakaran (PBK) dan Tagana masih berusaha memadamkan api. Api tidak dengan cepat diatasi, karena lantai tiga yang terbakar, sulit diakses lantaran pintu menuju ke sana dikunci.
Satu-satunya jalur masuk untuk melakukan pemadaman adalah dari bagian dalam SM Swalayan sementara dari bagian belakang (gudang, red), hanya bisa disemprot melalui celah-celah jendela yang sudah dijebol.

Polres Lubuklinggau belum memastikan penyebab kebakaran ini, kendati api diinformasikan berasal dari ruangan operator CCTV. Namun Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap dan Kasat Intelkam AKP Bambang Suwono, serta KaSPK Aiptu Rusani Umar berada di lokasi mengarahkan personil melakukan pengamanan sekaligus penyelidikan.

Beberapa saksi mata kepada Musirawas Ekspres menjelaskan, awalnya kebakaran ini sama sekali tidak diketahui. Pasalnya bagian atap berupa beton sehingga tidak terbakar, melainkan hanya mengepulkan asap dari jendela di samping ruangan control CCTV.

“Saya sedang melintas, tiba-tiba melihat ada asap mengepul dari jendela bagian samping kanan gedung SM Swalayan,” jelas Fredrik, PNS Kejaksaan Negeri Lubuklinggau yang kebetulan melintas di lokasi, kepada Musirawas Ekspres.

Ditambahkan Fredrik, ia kemudian langsung melapor ke Polres Lubuklinggau. “Informasinya ada dua orang di dalam, yakni petugas jaga malam,” tambah Fredrik.
Terpisah petugas jaga malam SM Swalayan, Sumardi (29) menjelaskan setiap malam ada dua orang yang bertugas jaga malam, yakni ia dan Rori. “Saya bertugas di bagian atas, sedangkan Rori di bawah,” jelas Sumadi di lokasi kejadian.

Sumardi menjelaskan, ia pertama kali mengetahui ada kebakaran saat sedang keliling di lantai paling (gudang), tiba-tiba melihat ada asap di dalam ruangan. Ia pun langsung memeriksa ternyata berasal dari ruangan operator CCTV. “Dari ruangan CCTV, api langsung menjalar ke ruangan gudang kelontongan,” jelasnya.

Sementara itu pantauan Musirawas Ekspres, petugas PBK dan Tagana awalnya sulit untuk masuk melakukan pemadaman terhadap api. Mereka hanya bisa masuk ke gudang bagian belakang melalui tangga samping, sehingga bagian sana dahulu yang disemprot air. Itu pun mereka kesulitan karena hanya melalui celah jendela.

Sedangkan untuk masuk langsung ke lantai tiga, akhirnya Pemilik SM Swalayan Hindra Sumarjono bersama beberapa karyawan masuk melalui basement menuju lantai satu. Selanjutnya dibuka rolling door, hanya saja lagi-lagi muncul kendala karena kunci pintu tidak ada yang cocok.

Satu-satunya pilihan, rolling door akhirnya dijebol menggunakan linggis, akhirnya selang mobil PBK pun bisa masuk ke lokasi kebakaran. Bahkan akhirnya untuk mempermudah pemadaman, kaca di lantai dua dipecah hingga selang bisa langsung ke sana.(ME-03)

Baca Selengkapnya......

Petani Tewas dengan 7 Luka Bacok

MUARA KELINGI-Peristiwa menghebohkan terjadi di Kampung II SP 7 Desa Mangun Jaya Kecamatan Muara Kelingi, Selasa (12/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Seorang petani karet bernama Samsudin alias Din Bogor (58) warga Desa Semangus Kecamatan Muara Lakitan, tewas dibunuh.

Din diduga dibunuh oleh IR (30) warga Kampung II SP 7 Desa Mangun Jaya, karena korban menuduh mencuri getah karet. Pembunuhan itu terjadi tepat di depan rumah tersangka.

Korban tewas di tempat kejadian perkara, lantaran tidak ada warga yang berani menolongnya serta membawa ke rumah sakit, setelah ditikam dan dibacok oleh tersangka. Ada tujuh luka di tubuh korban diantaranya, pada punggung kiri, kepala, bahu dan tangan kiri nyaris putus.

Kapolres Musi Rawas AKBP Imam Sachroni melalui Kapolsek Muara Kelingi AKP Maliki didampingi Kanit Reskrim Aiptu Sukowati, menjelaskan tersangka setelah melukai korban langsung melarikan diri. “Tersangka langsung melarikan diri, dan kini sedang diselidiki keberadaannya,” jelas Kapolsek.

Kronologis kejadiannya, korban yang berkebun karet di SP 7, kehilangan getah karet miliknya. Ia menduga pelaku pencurian adalah IR. Makanya korban sengaja datang ke kediaman IR, untuk menanyakan dugaan tersebut.

Mereka pun bertemu di depan rumah IR, korban langsung menanyakan perihal getah karetnya yang hilang. Ternyata membuat IR tersinggung, sehingga sempat terjadi pertengkaran mulut antara mereka. Tapi IR sudah gelap mata, makanya menyerang korban menggunakan pisau.

Korban tidak sanggup melakukan perlawanan, hingga menjadi bulan-bulan serangan IR. Akhirnya korban terkapar bersimbah darah di depan rumah tersangka, Usai melukai korban, IR langsung melarikan diri, sementara korban akhirnya tewas dengan tubuh berlumuran darah.

“Kami menemukan barang bukti berupa pisau dan parang di lokasi kejadian, kini sudah diamankan di Mapolsek. Belum diketahui senjata itu milik siapa, korban atau tersangka,” pungkas Kapolsek. (ME-04)

Baca Selengkapnya......

Minggu, 10 Oktober 2010

Anak Yatim Raih Hadiah Utama Sepeda Motor

LUBUKLINGGAU- Menyogsong Hari Jadi Kota Lubuklinggau ke IX Tahun 2010 Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau menggelar berbagai kegiatan salah satunya jalan santai berhadiah, pada Jumat (8/10). Khusus hadiah utama berupa sepeda motor Yamaha Vega, berhasil diraih seorang anak yatim bernama Ayu, yang juga siswa SMP Negeri 6 Lubuklinggau.

Acara jalan santai dimulai sekitar pukul 5.30 WIB mengambil rute Lapangan Merdeka-Jalan Yos Sudarso-Jalan A Yani- Jalan Kenanga I -Jalan Sudirman kemudian kembali di Lapangan Merdeka. Setibanya di Lapangan Merdeka sekitar pukul 7.00 WIB panitia selain membagikan hadiah hiburan juga menampikan berbagai hiburan dari penyanyi lokal.

Antusias peserta jalan santai yang secara umum merupakan pelajar SD hingga SLTA tersebut begitu semarak dan menunjukan kegembiraan karena hampir seluruh peserta jalan santai berkempatan mendapatkan hadiah dari panitia dan sponsor ayang mendukung kegiatan tersebut.

Setelah puluhan kupon hadiah diundi, Walikota Lubuklinggau H. Riduan Effendi bersama Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau Hj. Septiana Zuraida menarik undian hadiah utama satu unit Motor Yamaha Vega. Pengundian sempat di lakukan dua kali sebab yang pertama terpaksa dibatalkan karena yang bersangkutan memiliki lebih dari satu kupon.

Sedangkan ketentuan yang akan mendapatkan hadiah utama tidak boleh memiliki lebih dari satu kupon. Meskipun harus kecewa akhirnya orang tersebut terpaksa turun panggung tanpa hadiah.

Setelah itu Hj Septiana menarik pengundian kedua untuk hadiah utama, akhirnya terpilih satu kupon undian yang ternyata dimiliki seorang anak yatim yang merupakan pelajar SMP Negeri 6 Lubuklinggau, Ayu.

Sementara itu pantauan Musirawas Ekspres pada acara itu juga tampak membaur masyarakat, selaian pelajar SD , SMP dan SLTA. Ribuan siswa yang mengikuti jalan santai hanyut dalam kegembiraan dan penuh harapan pada saat memasuki kegiatan bagi-bagi hadiah utama sepeda motor dan puluhan hadiah hiburan lainya.(ME-06)

Menurut salah satu panitia yang juga Kepala SMP 3 Lubuklinggau Maspa, mengatakan peserta jalan santai yang pada umumnya pelajar. Dikatakan Maspa seluruh hadiah yang di persembahkan dalam kegiatan jalan santai HUT Kota ini merupakan dukungan dari sponsor seperti Bank Sumsel Babel, PT Askes, PT Galaksi, BNI 46 Lubuklinggau dan sponsor lainya.

Untuk diketahui saja dalam kegiatan itu juga turut Wakil Walikota Lubuklinggau SN. Prana Putra Sohe, Kapolres Lubuklinggau Takwil Ihksan, Pimpinan Bank Sumsel Babel Samiludin, dan sejumlah Unsur Muspida serta pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau. (ME06)

Baca Selengkapnya......

Dua Pengedar Sabu Diringkus



LUBUKLINGGAU-Tim Buser Polres Lubulinggau, Jumat (8/10) sekitar pukul 14.00 WIB menangkap dua orang yang diduga pengedar sabu-sabu. Keduanya adalah Sutan Aidi (42) warga Gang Jambu RT 6 Kelurahan Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II dan Chaidir (41) warga Jl Kenanga I RT I Kelurahan Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Dari tersangka Sutan Aidi polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tujuh paket sabu-sabu. Sedangkan dari tersangka Chaidir diamankan 13 paket kecil shabu, dua paket besar sabu, enam paket ineks logo 7 UP, 20 ineks logo Lonceng, sembilan ineks logo S (Superman), satu ineks warna kuning, satu paket ineks warna biru, seperangkat alat hisap (bong), korek api gas, satu paket ganja, serta timbangan digital Merk CHQ.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Takwil Ichsan melalui kasat Reskrim AKP Johnson Nadapdap didampingi Kaur Bin Ops Iptu Sukirman menjelaskan, penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat. Bahwa tersangka Sutan Aidi akan bertransaksi narkoba di Jl Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara dengan MM (32) warga Desa Darma Sakti Kecamatan Terawas.

Sehingga anggota Tim Buser melakukan penyidikan. Sekitar pukul 14.00 WIB ketika tersangka Sutan Aidi hendak bertransaksi di Jl Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II, ia langsung diringkus.

Setelah dilakukan penggeleahan, di kantong jaket ditemukan tiga paket sabu. Kemudian dilakukan penggeledahan di rumah tersangka, ternyata di selipan seng kamar mandi ditemukan tiga paket sabu. Menurut pengakuannya kepada polisi, sabu-sabu didapatkan dari Chaidir.

Sekitar pukul 17.30 WIB tersangka Chaidir ditangkap di rumahnya. Hasil penggeledahan dirumah Chaidir, tepatnya dibawah meja rak piring ditemukan satu kantong plastik warna hitam.

Ternyata di dalam kantong plastik itu, berisi 13 paket kecil shabu, dua paket besar sabu, enam paket ineks logo 7 UP, 20 ineks logo Lonceng, sembilan ineks logo S (Superman), satu ineks warna kuning, satu paket ineks warna biru, seperangkat alat hisap (bong), korek api gas, satu paket ganja, serta timbangan digital Merk CHQ.

“Kedua tersangka kini diamankan di Mapolres dan menjalani proses penyidikan,” pungkas Kasat Reskrim.(ME-04)

Baca Selengkapnya......

Rabu, 06 Oktober 2010

Herman : Mura Berjihat Pertahankan Suban Empat

MUSI RAWAS-Koordinator Sumpah Undang Undang (SUU) menyampaikan seruan ‘Mura Berjihat Pertahankan Suban Empat (Suban4)”. Seruan ini digulirkan mengingat Pemprov Sumsel dan Pemkab Muba makin nekat ingin merebut aset dan hak masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Mura yang sudah ditetapkan dengan dasar hukum yang kuat tepatnya Permendagri No 63 tahun 2007.

”SUU berpendapat bahwasanya konlik batas dan kepemiliakn Suban4 dengan Muba harus lebih serius disikapi. Makanya SUU akan sesegera mungkin menggalang tandatangan serta menggalang masa untuk mengajal bergabung dalam aksi ’Mura Berjihat Pertahan Suban empat,” tegas Herman. SUU juga menghimbau kepada masyarakat Mura, PNS, tokoh masyarakat dan SKPD termasuk pemuda segera memberi dukungan berjihat untuk mempertahankan Suban4.

Selain itu SUU mendesak masyarakat Mura dan Muratara khususnya untuk lebih peduli terhada nasib Suban4 yang pada akhirnya nanti menjadi sumber PAD bagi Kabupaten Muratara jika sudah disyahkan.
“Jangan hanya bernafsu ingin memekarkan diri namun asset yang ada malah terkesan dibiarkan. Ketika akan direbut orang lain tidak ada respon malah sibuk-sibuk yang lain,” ungkapnya.

Yang pasti menurut Herman yang sedari awal mengawal upaya mempertahankan Suban4 bahkan dengan menggelar aksi tunggal di Depdagri, SUU tidak rela Mura diperdaya atau istilahnya diinjak-injak oleh Pemkab Muba dan Pemprov Sumsel. Sebab kembali disampaikannya sudah sangat jelas adanya keputusan Mendagri menerbitkan Permendagri No 63 tahun 2007 yang menetapkan Suban4 masuk Mura.

”Untuk itu SUU mendesak agar Tim Kuasa Hukum dan Pemkab Mura agar benar-benar serius memperjuangkan Sumur Gas Suban4 yang ingin direbut paksa Muba. SUU mengecam tindakan Gubernur yang terkesan tidak mengakui keabsahan kepemilihan Suban4 atas Mura,” kata Herman. SUU juga meminta kepada DPRD Mura jangan cengeng.

”Ayo kapan lagi menunjukkan nyali ikut merasa memiliki Suban4. Seharunya DPRD sudah mendesak dan ikut campur atas perjuangan Suban4. Harus ada action tidak cukup hanya komentar ala kadarnya apalagi komentar yang tidak berbobot,” imbuhnya.

Anggota dewan menurutnya mempunyai andil besar untuk mempertahankan aset Mura ini.

”Buktikan kepedulian merasa memiliki Suban4 yang sebenarnya merupakan salah stau sumber gaji wakil rakyat,” unkapnya.

Herman juga menyampaikan langkah Muba ’ngadu’ ke Presiden ’nggak’ laku. Sebab jelas-jelas Setneg tidak mengakui hasil tinjauan Tim ke lapangan karena ini terkesan hanya rekyasa. Sebab terindikasi semuanya dilaksanakan ’Tim Ecek-ecek’ bentukan pihak tertentu untuk memaksakan kehendak.

Disampaikan Herman pula, hari ini dirinya akan mulai penggalangan tandatangan.

”Tandatangan akan ditorehkan pada kain putih sepanjang 10 meter dimulai dari DPRD Mura saat paripurnba,” katanya. Selanjutnya SUU akan menggelar aksi demontrasi menyampaikan seruan berjihat.

”SUU akan menyerukan ”Mura Berjihar Pertahankan Suban Empat” dalam aksi yang rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (7/10), di Kantor Bupati, DPRD dan turun ke jalan,” pungkasnya. (ME-02)

Baca Selengkapnya......

Dua Mobil Dilalap Api

LUBUKLINGGAU-Kebakaran terjadi di Jl Pematang Jaya Kelurahan Sidorejo Kecamatan Lubuklinggau Barat II tidak jauh dari SMPN 7 Lubuklinggau, Selasa (5/10) sekitar pukul 21.00 WIB. Akibat kebakaran itu, dua unit mobil terbakar yakni pick up L300 dan truk dan satu unit kandang ludes.

Kendaraan dan kandang yang terbakar adalah milik H Suaryono, warga Jl Bangau Kelurahan Bandung Ujung Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Kerugian akibat kebarakan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi dihimpun Musirawas Ekspres di lokasi kejadian, kandang tersebut dijaga oleh Deny, Iwan dan Ikang. Kebetulan kandang sedang kosong, karena ayam-ayamnya sudah dipanen beberapa waktu lalu.

Mereka awalnya hendak tidur, namun tiba-tiba melihat api jatuh dari sekering listrik ke tempat tidur. Sehingga api dalam waktu sekejap langsung membesar menghanguskan kandang ayam yang terbuat dari papan. Api pun membakar kedua mobil di samping kandang ayam.

Ketiga penjaga tadi berusaha memadamkan api dan meminta tolong kepada warga. Namun usaha mereka sia-sia karena api sudah sangat besar, apalagi kandang ayam terbuat dari kayu. Bahkan petugas pemadam kebakaran pun tak kuasa memadamkan api, barulah setelah kandang dan mobil ludes terbakar, api berhasil dipadamkan.

“Kami hendak tidur melihat api dari seklering listrik, kemudian jatuh mengenai kasur,” kami langsung bangun dan mengambil air minum untuk menyiram api. Namun api langsung mambesar dan malahap dinding kandang ayam,” jelas Ikang.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Takwil Ichsan melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat AKP Gunadi yang ditemui di lokasi kebakaran menjelaskan berdasarkan keterangan saksi-saksi, kebakaran diperkirakan akibat konsleting listrik. (ME-04)

Baca Selengkapnya......

Selasa, 05 Oktober 2010

104 Kasek Dimutasi

*6 Nonjon
LUBUKLINGGAU-
Pemkot Lubuklinggau Senin (4/10) melakukan mutasi besar jabatan Kepala Sekolah (Kasek) baik SD, SMP, SMA dan SMK. Bahkan tercatat 104 jabatan Kasek yang dimutasi dari 108 sekolah di Lubuklinggau, dengan rincian 85 SD, 12 SMP, enam SMA dan dua SMK.

Kemudian diketahui ada enam Kasek yang nonjob, yakni Kepala SMA 7, SMA 3, SMP 5, SMP 9, SMP 11 dan SMK 3. Namun ada juga empat sekolah yang Kasek-nya tidak dimutasi, yakni SMP 1, SMP 11, SMA 5 dan SMK 2.

Walikota Lubuklinggau Riduan Effendi menjelaskan berkaitan dengan mutasi ini mengatakan, mutasi dan rotasi jabatan kepala sekolah merupakan salah satu upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) sektor pendidikan. Tiga prioritas pembangunan untuk mencapai peningkatan IPM, yakni pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Menurutnya pendidikan memegang peranan penting terhadap maju atau mundurnya peradaban suatu bangsa. maka penanganan pendidikan harus serius dengan melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Wako juga mengingatkan, tujuan akhir pendidikan tidak sebatas nilai akademik atau lulus Ujian Nasional (UN), tetapi mewujudkan manusia yang beriman, bertakwa, berbudi luhur, menguasi iptek, dan berwawasan masa depan. Untuk mewujudkan tujuan itu dibutuhkan komitmen kuat dari seluruh komponen yang terlibat dalam pendidikan.
Para Kasek diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang menyalahi aturan.wako berjanji tidak segan-segan untuk memberikan tindakan tegas bagi kepala sekolah yang melakukan perbuatan merugikan masyarakat.

Selain melakukan mutasi para Kasek, dalam pelantikan ini juga dilakukan pengisian beberapa kekosongan jabatan setara Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Sub Bagian di Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD). Totalnya ada 43 jabatan yang ini, seperti jabatan Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan di Kantor Ketahanan Pangan, Kasi Penanggulangan Dampak Lingkungan di Kantor Lingkungan Hidup, Kasubag Keuangan di Dinas Kesehatan dan lain-lain. (ME-06)

Baca Selengkapnya......

Tambang di Ulu Malus Ditutup

*Sempat Dihalangi Preman
LUBUKLINGGAU
-Tim gabungan Pemkot Lubuklinggau dan DPRD Lubuklinggau, Senin (4/10) sekitar pukul 12.00 Wib telah menutup tambang galian C yang berada di Ulu Sungai Malus Kelurahan Petanang Ulu Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Penutupan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap pencemaran dan pengerusakan lingkungan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Lubuklinggau Hendi Budiono kepada Musirawas Ekspres, menjelaskan penutupan itu dilakukan tim yang terdiri dari Kantor Lingkungan Hidup, Bidang Pertambangan dan Energi Dinas Pekerjaan Umum, dan Sat Pol PP Kota Lubuklinggau.

“Kami bersama tim sudah melakukan pemortalan dan mengamankan alat berat milik PT Bania ke Polsek Lubuklinggau Utara I,” ujarnya.

Menurut Hendi penghentian proses eksploitasi galian C, untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi. Selain itu pihak PT Bania, menurut Hendi tidak mengindahkan himbauan Tim sidak DPRD Kota lubuklinggau. “Pihak pengusaha tidak memiliki etikat baik terhadap upaya DPRD yang melakukan sidak kelokasi tersebut,” jelasnya.

Hal itu terbukti maskipun pengusaha yang telah di minta untuk mengehentikan aktivitas penggalian batu di lokasi tersebut masih saja di lanjutkan. Maka dari itu pihaknya mendesak eksekutif supaya menutup kegiatan di ulu malus itu.

Lanjut Hendi sejauh ini data yang di himpun oleh timnya aktivitas galian yang dilakukan PT Bania sudah merambah ke lokasi yang bukan lagi sesuai izin yang direkomendasikan Pemkot Lubuklinggau. Sehingga akibatnya pencemaran air sungai ulu malus mengancam ekosismtem dikawasan tersebut
“Proses penghentian aktifitas galian C itu nyaris terjadi kericuhan, yakni petugas dari tim sempat dihalang-halangi preman. Namun berhasil dilerai oleh tim lainnya,” jelasnya.

Sementara itu informasi diterima Musirawas Ekspres, di Ulu Malus ada tiga tambang yang beroperasi, yakni Tamtama, Roda Mas dan Bania. Tambang Tamtama dan Roda Mas sudah terlebih dahulu ditutup, dan kemarin menyudul Bania juga ditutup.

Wakil Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe menjelaskan ia juga merekomendasikan agar tiga tambang yang beroperasi di Ulu Malus ditutup. “Tiga perusahaan yang melakukan penambangan harus menghentikan kegiatannya,” jelasnya.
Kemudian ditambahkannya, tim kemudian harus melakukan pemeriksaan di lapangan, sejauh mana kerusakan dan pelanggaran izin yang dilakukan oleh ketiga perusahaan itu. Jika hasil pemeriksaan memang melanggar, maka izin harus dicabut dan juga sebaliknya.

“Hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk rekomendasi apakah diberikan izin melanjutkan penambangan, atau sama sekali dilarang. Tentunya harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas Wawako. (ME06)

Baca Selengkapnya......

Senin, 04 Oktober 2010

OB Bank Danamon Tewas Dibunuh

LUBUKLINGGAU-Warga Kelurahan Ulak Lebar Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Minggu (30/9) sekitar pukul 06.30 WIB heboh. Pasalnya warga menemukan mayat di Kebun Karet tepi Sungai Kelingi, dengan kondisi mengenaskan.

Korban akhirnya diketahui bernama Syaiful Effendi (36) warga Perumnas Dayang Torek Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, yang bekerja sebagai Office Boy (OB) di Bank Danamon Lubuklinggau. Saat ditemukan kondisinya menderita luka kepala belakang, luka pada bagian leher, dan mengeluarkan darah dari hidung, dan mulutnya.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, orang yang pertama kali menemukan Syaiful Effendi adalah Usman, warga Perumnas Dayang Torek Blok B. Usman saat itu hendak menyadap karet, namun tiba-tiba menemukan sesosok tubuh mengenakan kemeja warna biru dan celana jeans warna hitam.

Usman pun langsung bergegas pulang, kemudian melapor ke Subsektor Lubuklinggau Barat II. Petugas Subsektor langsung melapor ke Polsek Lubuklinggau Barat dan Polres Lubuklinggau, sehingga petugas langsung dipimpin Kapolres Lubuklinggau AKBP Takwil Ichsan menuju ke lokasi penemuan mayat.

Korban kemudian diidentifikasi oleh petugas Ident Polres Lubuklinggau, selanjutnya dievakuasi ke RS dr Sobirin untuk divisum et revertum. Dari hasil pemeriksaan pihak paramedis, muncul dugaan korban tewas dibunuh, karena dipukul menggunakan benda tumpul.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, diduga korban dibunuh menggunakan benda tumpul. Untuk mengungkap kasus ini, kami akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Semoga dalam waktu dekat pelakunya bisa ditangkap,” jelas Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP Jonson Nadapdap.

Terpisah kerabat korban, Amir Sarifudin (59), menjelaskan korban tidak pulang ke rumah sejak Sabtu (2/10) tidak pulang ke rumah. “Dia tidak pulang sejak Sabtu, tahu-tahu tadi pagi kami diberitahu dia sudah tewas,” jelas Amir.

Pantauan Musirawas Ekspres, Amir bersama beberapa kerabat lainnya, langsung datang ke RS dr Sobirin untuk mengenali korban. Setelah memastikan korban adalah Syaiful Affendi, jenasah korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. (ME-04)

Baca Selengkapnya......

Tewas Ditabrak Kerabat Sendiri

MUSI RAWAS-Seorang remaja, bernama Lutfiah Alexander (14) Warga Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya, tewas mengenaskan setelah dilindas mobil Kijang Kapsul Nopol BG 1288 QI yang dikemudikan seorang kerabatnya.

Kejadiannya di Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya, Minggu (3/10) sekitar pukul 09.00 WIB, mereka konvoi beberapa kendaraan hendak datang ke hajatan di Lubuklinggau. Korban tewas dalam perjalanan ke RS dr Sobirin dengan kondisi menderita luka patah tulang leher, mengeluarkan darah dari hidung, telinga dan mulutnya, serta menderita luka lebam badan. Kronologis kejadiannya, korban ikut rombongan konvoi hendak ke Lubuklinggau. Korban kebetulan duduk di bak pick up Nopol BG 9308 G, sementara di belakang melucur Kijang Kapsul Nopol BG 1288 QI.

Diduga menghindari lubang, pick up ditumpangi korban bergoncang kuat, hingga korban langsung terpelanting keluar dan jatuh di aspal. Namun dibelakang sudang menunggu Kijang Kapsul, hingga langsung menabrak korban.

Sehingga korban langsung tak sadarkan diri dan bersimbah darah. Selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Karang Jaya, namun dirujuk ke RS dr Sobirin. Namun korban menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan. Setelah divisum atas luka yang diderita korban, jenasahnya langsung dibawa ke rumah duka.

Kapolres Musi Rawas AKBP Imam Sahroni malalui Kasat lantas AKP Syukur Kersana didampingi Kanit Laka Ipda Beni Nofiza, menjelaskan kejadian ini belum dilaporkan ke pihak kepolisian. “Kami belum menerima laporannya,” jelas Beni.(ME-04)

Baca Selengkapnya......

Kamis, 30 September 2010

Polsek Dijatah 2 Senpi SKS

*Siaga Aksi Terorisme
LUBUKLINGGAU
-Polsek di jajaran Polres Lubuklinggau mulai Rabu (29/9) diberi dua buah senjata api (senpi) laras panjang jenis SKS. Pemberian senpi laras panjang di polsek-polsek ini, dengan tujuan untuk antisipasi terhadap hal-hal yang diinginkan, seperti dialami Polsek Hamparan Perak di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pemberian senpi laras panjang jenis SKS ini langsung diterima Kapolsek bersangkutan atau Kanit Reskrim. Seperti pantauan Musirawas Ekspres, yang terlihat sudah mengambil senpi adalah Polsek Lubuklinggau Utara, bahkan Kanit Reskrim Bripka H Kadarusman bersama anggotanya masing-masing membawa satu senpi.

Juga terlihat Kapolsek Lubuklinggau Barat AKP Gunadi, yang sengaja datang ke Polres untuk mengambil senpi laras panjang itu. “Dalam kondisi seperti ini memang perlu adanya senpi laras panjang di Polsek, khususnya untuk pengamanan,” jelasnya.

Selain itu, berkaitan dengan peningkatakan pengamanan imbas maraknya aksi terorisme dan perampokan, Polres Lubuklinggau menggelar latihan menembak bagi seluruh personil Polres Lubuklinggau. “Seluruh senpi diperiksa dan diuji coba, baik yang laras pendek maupun larang panjang,” jelas Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Arif Wibowo.

Dalam latihan yang dilaksanakan di Lapangan Tembak Sebiduk Semare Polres Lubuklinggau, anggota polres bergantian melakukan latihan menembak. Bahkan anggota yang dibekali senpi laras panjang jenis V2, juga ikut latihan menembak.

“Setelah kami periksa dan dilakukan uji coba menembak, ada lima pucuk dari 30 senpi larang panjang yang macet. Sementara senpi jenis revolver yang digunakan, yakni 90 pucuk semuanya semua dalam kondisi baik,” jelasnya.

Juga dilakukan uji coba terhadap rompi anti peluru yang dimiliki. Ternyata setelah diuji coba, rompi yang dimiliki Polres Lubuklinggau hanya tahan terhadap tembakan senjata api jenis revolver, sedangkan jenis laras panjang tidak. “Setelah kami uji coba menggunakan V2, ternyata tembus,” jelas Wakapolres.

Kondisi ini ditambahkan Wakapolres, harus menjadi perhatian khususnya bagi anggota opsnal di lapagan dan yang melakukan penjagaan. “Haru menjadi perhatian, seperti yang melakukan pengamanan di bank, termasuk jaga mako dan opsnal di lapangan,” jelasnya.

Khusus logistik senpi, diakui Arif, Polres Lubuklinggau tidak kekurangan dan memiliki stok yang cukup, bahkan untuk pelurut jenis revolver ada 700 butir, sedangkan untuk laras panjang ada 300 butir. “Secara logistik siap, namun yang perlu mengasah keterampilan,” pungkasnya.(ME-03)

Baca Selengkapnya......

Rabu, 29 September 2010

Kades Harus Siap Mengemban Amanah Masyarakat

MUSIRAWAS- Bupati Musi Rawas, H Ridwan Mukti, Selasa (28/9) melantik delapan Kades di empat Kecamatan dalam Kabupaten Musi Rawas, di Kawasan Agropolitan Distrik Kecamatan STL Ulu Terawas. Kepada kades yang dilantik Bupati berpesan agar harus siap mengemban amanah masyarakat.

Delapan kades yang dilantik satu dari Megang Sakti, Darmawadi Kades Marga Puspita (Megang Sakti), tiga dari STL Ulu Terawas, Ibnu Solihin Kades Pangkalan, Mukti Kades Sukakarya Baru dan Ade Candra Kades Pasenan. Satu dari Rawas Ulu, Argani Kades Pulau Lebar. Serta tiga dari TP Kepungut, Syaiful Kades Batu Bandung, M Febriansyah Kades Simpang Gegas dan Hamli Kades Lubuk Besar.

”Secara khusus saya sampaikan ucapkan selamat kepada para Kepala Desa yang telah dilantik. Saya percaya saudara-saudara dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Dan tanggung jawab serta pengabdian nantinya akan mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT,” kata Bupati.

Kemudian bupati memberikan apresiasi, bahwa pilkades terlaksana dengan sukses dan damai yang diharapkan masyarakat. Selain itu kepada camat dapat membina dan membekali Kepala Desa yang baru dilantik ini dengan arahan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan kegiatan sosial kemasyarakatan desa, dan kegiatan perekonomian perdesaan.

Tugas pokok Kades, digunakan untuk mengambil kebijakan dalam rangka meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat sebagai salah satu pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Musi Rawas. Khususnya penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan dan kegiatan sosial kemasyarakatan di desanya masing-masing.

“Kepala Desa yang baru dilantik dan diambil sumpah jabatan yang merupakan hasil pemilihan Kepala Desa secara langsung, diharapkan untuk membekali diri dengan kemampuan kerja yang andal dan profesional untuk menghadapi tantangan-tantangan dari pelaksanaan tugas jabatannya, baik melaksanakan tugas dan fungsi Kepala Desa maupun pembinaan perangkat desa atau bawahannya,” tambah bupati.

”Seorang Kepala Desa sebagai perpanjangan tangan Pemerintah daerah yang tugas kesehariannya lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat, yang juga harus diimbangi dengan kerja keras,” ungkapnya.

Pembangunan desa diarahkan untuk memberdayakan seluruh individu, kelompok, dan seluruh lapisan masyarakat desa, keberdayaan masyarakat tersebut mencakup keberdayaan secara ekonomi, kesejahteraan sosial, hukum dan politik.

Dikatakan bupati, bahwa tugas dan tanggung jawab Kepala Desa semakin berat. Oleh karena itu, dalam melaksanakan tugas hendaknya Kepala Desa yang baru dilantik dapat melaksanakan kinerja birokrasi pemerintahan secara optimal dalam melayani kepentingan masyarkat desa dan pelaksanaan pembangunan desa, berdasarkan kejujuran dan keadilan dan tidak melakukan tindakan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN).

Berperan aktiflah sesuai dengan kapasitas sebagai Kepala Desa, lebih-lebih dalam memelihara persatuan dan kesatuan untuk mendukung kegiatan pembangunan agar berjalan lancar. Selanjutnya, kepada Kepala Desa yang dilantik, mulai hari ini saya harapkan saudara dapat melaksanakan tugas dan amanat rakyat dengan sebaik-baiknya, dan saya sangat mengharapkan kepada Kepala Desa agar selalu mengembangkan sikap keterbukaan, meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, dan bersikap tanggap terhadap aspirasi yang berkembang ditengah-tengah masyarakat.

, Bupati juga memberikan apresiasi kepada Pimpinan dan Anggota BPD yang telah melaksanakan proses pemilihan Kepala Desa. “Saya ucapkan selamat dan terima kasih atas kerja kerasnya, mulai dari proses pendaftaran bakal, pemilihan calon,” jelasnya. Pemilihan Kepala Desa sampai pada pelantikan hari ini, banyak memberi peranan sebagai mitra kerja Kepala Desa beserta perangkatnya sesuai dengan UU Nomor 3 tahun 2007 tentang Badan Pemusyarawatan Desa. (CW-02)

Baca Selengkapnya......

Herman : Gugat Mendagri, Bukti Muba Salah

*Terkait Sengketa Suban4
MUSI RAWAS
-Sengketa kepemilikan Suban4 yang sudah ditetapkan pemerintah pusat milik Kabupaten Mura namun diakui milik Pemkab Muba terus berlanjut. Di saat sidang sengketa Suban4 masih digelar di Pengadilan Negeri Lubuklinggu, informasinya Pemkab Mura mengambil langkah lain dengan menggugat Mendagri ke MA agar membatalkan Permendagri No 63 63 tahun 2007 tentang kepemilikan Suban4 adalah milik Kabupaten Mura.

“Informasinya Pemkab Mura menggugat Mendagri ke MK agar membatalkan atau mencabut Permendagri No 63 tahun 2007. Nah ini jelas berita yang sangat bagus, sebab ini makin membuktikan kalau Suban4 adalah milik Mura,” tegas Herman Sawiran, Koordinator SUU yang selama paling getol memantau bahkan ikut berjuang mempertahankan Suban4. Memang diakuinya mengenai gugatan tersebut sah-sah saja dilakukan pihak manapun karena itu adalah hak.

“Namun kabar gembiranya, dengan menggugat Mendagri ini membuktikan Muba salah. Sebab otomatis mereka mengakui Permendagri No 63 karena mereka ingin Permendagri itu dicabut atau dibatalkan,” tegasnya. Makanya, inilah waktu yang tepat bagi Pemkab dan rayat Mura mendukung Mendagri agar tetap memantapkan Permendagri tersebur.

“Selain itu SUU meminta Bupati dan DPRD Mura serta masyarakat jangan gentar sedikitpun. Inilah hal yang tepat. Jika mau blak-blakan siapa yang berhak memiliki Suban4 tersebut sudah jelas yakni sesuai dengan Permendagri NO 63 tahun 2007 yakni Pemkab Mura. Jadi sesuai moto Bupati sejak awal, Suban4 harus dipertahankan, jangan menyerah, pertahankan sampai tetes darah terakhir,” tegasnya.

Herman mengingatkan, siapapun baik itu masyarakat maupun pemerintah harus patuh dengan aturan. Bukan malah sebaliknya, pemerintah mempermainkan peraturan yang telah ditetapkan dan berkekuatan hukum.

“Untuk itu kita sebagai masyarakat harus berani mempertahankan hak Mura jangan sampai mau dijajah diperbodoh siapapun apalagi semuanya didukung dengan aturan dan undang-udang yang berkekuatan hukum,” tambah Herman.

SUU juga secepatanya akan membuat dukungan kepada Mendagri.
“Bila perlu SUU akan ke Jakarta menemui Mendagri untuk memberikan dukungan langsung agar tetap mempertahankan Permendagri no 63 tahun 2007 yang menetapkan Suban4 milik Mura berdasarkan alasan dan dasar yang sangat jelas,” ungkap Herman.

Intinya menurut Herman, Pemkab Muba terkesan sudah kewalahan. Makanya mencari-cari jalan dengan menggugat Mendagri.

“Padahal Muba tahu diri, secara geografis lokasi Suban 4 berada di Mura sesuai peta topografi 1926. Makanya menyikapi kondisi ini Pemkab Mura harus lebih tegas, bersemangat dan yakin,” pungkas Herman. (ME-02)

Baca Selengkapnya......

Selasa, 28 September 2010

Wartawan Minta Kadispora RL Dicopot

*Demo ke Pemkab RL
CURUP
– Puluhan wartawan dari berbagai media, baik media cetak maupun elektronik Senin (27/9) menggelar aksi damai ke Pemkab Rejang Lebong (RL), dalam demo ini mereka meminta Kadispora Gunawan Firmansyah dicopot dari jabatannya. Karena melakukan penganiayaan terhadap wartawan Radar Pat Petulai (Jawa Pos Group), Hidayatullah Rabu (22/9) pukul 12.00 di Sekretariat DPD Golkar Rejang Lebong.

Aksi ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, mengusung nama Forum Wartawan Rejang Lebong. Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Sekretaris PWI Rejang Lebong Hasan Basri mengungkapkan peristiwa ini telah menyebabkan aib bagi kemerdekaan pers di kabupaten Rejang Lebong juga menjadi aib bagi daerah sendiri serta pemkab RL.

Tindakan oknum Kadispora ini membuat hati insan pers di Provinsi Bengkulu bahkan Indonesia. Tindakan ini juga merupakan ancaman bagi kemerdekaan pers di Bengkulu khususnya di Kabupaten Rejang Lebong. “Untuk itu aksi premanisme yang tidak sesuai dengan landasan negara kita yang merupakan negara hukum harus ditindak tegas,” katanya.

Oleh karena itu, Forum wartawan Kabupaten Rejang Lebong mendesak Bupati Rejang Lebong untuk mencopot oknum Kadispora, memerintahkan para pejabatnya agar tebuka terhadap wartawan, memerintahkan para pjabat dan jajarannya untuk paham UU no 40 tahun 1999, memberikan perlindungan hukum bagi wartawan di RL dalam bertugas sesuai dengan jaminan UU no 40 tahun 1999 tentang pers.

Pernyataan sikap ini ditembuskan ke Presiden RI, Kapolri, Dewan Pers, Kapolda Bengkulu, Bupati Rejang Lebong, Ketua DPRD RL dan Komisi I DPRD RL.

Salah satu orator, Najmi Manar mengungkapkan, dalam era kebebasan pers diagung-agungkan, ternyata masih ada juga realitas kekerasan terhadap jurnalis. Ini membuktikan bahwa kebebasan pers sesungguhnya masih terombang-ambing. Adanya kekerasan ini, membut kebebasan pers terpasung, sebab, kebebasan pers yang terintimidasi bisa memberikan efek jera bagi jurnalis dalam menjalankan profesinya.
Dilanjutkannya, bila kasus kekerasan terhadap jurnalis tidak ditangani secara tegas dan transparan sampai tuntas, hal itu bisa berarti para penegak hukum membuka peluang bagi terjadinya kembali tindak kekerasan terhadap jurnalis. Entah kekerasan fisik, entah kekerasan non fisik, hakekat sebuah kekerasan adalah pelanggaran HAM karena menyangkut kehidupan seorang manusia.

“Kekerasan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebetulnya merupakan kekerasan terhadap kehidupan publik. Sebab, profesi jurnalis mengusung tanggung jawab dan misi kepentingan dan kehidupan publik. Penghalangan dan pemasungan terhadap kebebasan pers merupakan pelanggaran terhadap hak sipil,” tegasnya.

Dengan berpijak pada kebenaran itulah, lanjutnya, komitmen melawan kekerasan terhadap jurnalis harus terus digencarkan menuju perwujudan kebebasan pers yang bertanggung jawab.

Dalam aksi ini, para wartawan dilengkapi dengan karton-karton yang berisi kecaman terhadap peristiwa pencekikan itu. Wartawan juga mengumpulkan ID Card dan alat-alat kerja jurnalistik lainnya.

Akhirnya, sekitar pukul 11.00 WIB Bupati Rejang Lebong H Suherman mendatangi para wartawan. Dalam kesempatan itu, Bupati menerima pernyataan sikap yang ditandatangani oleh puluhan wartawan itu. “Surat Pernyataan sikap ini saya terima untuk saya pelajari lebih lanjut,” katanya singkat.

Setelah penyerahan pernyataan sikap, puluhan wartawan itu akhirnya membubarkan diri dan kembali pada tugas rutin yakni memburu berita. (CW-01)

Baca Selengkapnya......