MUARA KELINGI-Peristiwa menghebohkan terjadi di Kampung II SP 7 Desa Mangun Jaya Kecamatan Muara Kelingi, Selasa (12/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Seorang petani karet bernama Samsudin alias Din Bogor (58) warga Desa Semangus Kecamatan Muara Lakitan, tewas dibunuh.
Din diduga dibunuh oleh IR (30) warga Kampung II SP 7 Desa Mangun Jaya, karena korban menuduh mencuri getah karet. Pembunuhan itu terjadi tepat di depan rumah tersangka.
Korban tewas di tempat kejadian perkara, lantaran tidak ada warga yang berani menolongnya serta membawa ke rumah sakit, setelah ditikam dan dibacok oleh tersangka. Ada tujuh luka di tubuh korban diantaranya, pada punggung kiri, kepala, bahu dan tangan kiri nyaris putus.
Kapolres Musi Rawas AKBP Imam Sachroni melalui Kapolsek Muara Kelingi AKP Maliki didampingi Kanit Reskrim Aiptu Sukowati, menjelaskan tersangka setelah melukai korban langsung melarikan diri. “Tersangka langsung melarikan diri, dan kini sedang diselidiki keberadaannya,” jelas Kapolsek.
Kronologis kejadiannya, korban yang berkebun karet di SP 7, kehilangan getah karet miliknya. Ia menduga pelaku pencurian adalah IR. Makanya korban sengaja datang ke kediaman IR, untuk menanyakan dugaan tersebut.
Mereka pun bertemu di depan rumah IR, korban langsung menanyakan perihal getah karetnya yang hilang. Ternyata membuat IR tersinggung, sehingga sempat terjadi pertengkaran mulut antara mereka. Tapi IR sudah gelap mata, makanya menyerang korban menggunakan pisau.
Korban tidak sanggup melakukan perlawanan, hingga menjadi bulan-bulan serangan IR. Akhirnya korban terkapar bersimbah darah di depan rumah tersangka, Usai melukai korban, IR langsung melarikan diri, sementara korban akhirnya tewas dengan tubuh berlumuran darah.
“Kami menemukan barang bukti berupa pisau dan parang di lokasi kejadian, kini sudah diamankan di Mapolsek. Belum diketahui senjata itu milik siapa, korban atau tersangka,” pungkas Kapolsek. (ME-04)
Baca Selengkapnya......
Rabu, 13 Oktober 2010
Minggu, 10 Oktober 2010
Anak Yatim Raih Hadiah Utama Sepeda Motor
LUBUKLINGGAU- Menyogsong Hari Jadi Kota Lubuklinggau ke IX Tahun 2010 Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau menggelar berbagai kegiatan salah satunya jalan santai berhadiah, pada Jumat (8/10). Khusus hadiah utama berupa sepeda motor Yamaha Vega, berhasil diraih seorang anak yatim bernama Ayu, yang juga siswa SMP Negeri 6 Lubuklinggau.
Acara jalan santai dimulai sekitar pukul 5.30 WIB mengambil rute Lapangan Merdeka-Jalan Yos Sudarso-Jalan A Yani- Jalan Kenanga I -Jalan Sudirman kemudian kembali di Lapangan Merdeka. Setibanya di Lapangan Merdeka sekitar pukul 7.00 WIB panitia selain membagikan hadiah hiburan juga menampikan berbagai hiburan dari penyanyi lokal.
Antusias peserta jalan santai yang secara umum merupakan pelajar SD hingga SLTA tersebut begitu semarak dan menunjukan kegembiraan karena hampir seluruh peserta jalan santai berkempatan mendapatkan hadiah dari panitia dan sponsor ayang mendukung kegiatan tersebut.
Setelah puluhan kupon hadiah diundi, Walikota Lubuklinggau H. Riduan Effendi bersama Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau Hj. Septiana Zuraida menarik undian hadiah utama satu unit Motor Yamaha Vega. Pengundian sempat di lakukan dua kali sebab yang pertama terpaksa dibatalkan karena yang bersangkutan memiliki lebih dari satu kupon.
Sedangkan ketentuan yang akan mendapatkan hadiah utama tidak boleh memiliki lebih dari satu kupon. Meskipun harus kecewa akhirnya orang tersebut terpaksa turun panggung tanpa hadiah.
Setelah itu Hj Septiana menarik pengundian kedua untuk hadiah utama, akhirnya terpilih satu kupon undian yang ternyata dimiliki seorang anak yatim yang merupakan pelajar SMP Negeri 6 Lubuklinggau, Ayu.
Sementara itu pantauan Musirawas Ekspres pada acara itu juga tampak membaur masyarakat, selaian pelajar SD , SMP dan SLTA. Ribuan siswa yang mengikuti jalan santai hanyut dalam kegembiraan dan penuh harapan pada saat memasuki kegiatan bagi-bagi hadiah utama sepeda motor dan puluhan hadiah hiburan lainya.(ME-06)
Menurut salah satu panitia yang juga Kepala SMP 3 Lubuklinggau Maspa, mengatakan peserta jalan santai yang pada umumnya pelajar. Dikatakan Maspa seluruh hadiah yang di persembahkan dalam kegiatan jalan santai HUT Kota ini merupakan dukungan dari sponsor seperti Bank Sumsel Babel, PT Askes, PT Galaksi, BNI 46 Lubuklinggau dan sponsor lainya.
Untuk diketahui saja dalam kegiatan itu juga turut Wakil Walikota Lubuklinggau SN. Prana Putra Sohe, Kapolres Lubuklinggau Takwil Ihksan, Pimpinan Bank Sumsel Babel Samiludin, dan sejumlah Unsur Muspida serta pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau. (ME06) Baca Selengkapnya......
Acara jalan santai dimulai sekitar pukul 5.30 WIB mengambil rute Lapangan Merdeka-Jalan Yos Sudarso-Jalan A Yani- Jalan Kenanga I -Jalan Sudirman kemudian kembali di Lapangan Merdeka. Setibanya di Lapangan Merdeka sekitar pukul 7.00 WIB panitia selain membagikan hadiah hiburan juga menampikan berbagai hiburan dari penyanyi lokal.
Antusias peserta jalan santai yang secara umum merupakan pelajar SD hingga SLTA tersebut begitu semarak dan menunjukan kegembiraan karena hampir seluruh peserta jalan santai berkempatan mendapatkan hadiah dari panitia dan sponsor ayang mendukung kegiatan tersebut.
Setelah puluhan kupon hadiah diundi, Walikota Lubuklinggau H. Riduan Effendi bersama Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau Hj. Septiana Zuraida menarik undian hadiah utama satu unit Motor Yamaha Vega. Pengundian sempat di lakukan dua kali sebab yang pertama terpaksa dibatalkan karena yang bersangkutan memiliki lebih dari satu kupon.
Sedangkan ketentuan yang akan mendapatkan hadiah utama tidak boleh memiliki lebih dari satu kupon. Meskipun harus kecewa akhirnya orang tersebut terpaksa turun panggung tanpa hadiah.
Setelah itu Hj Septiana menarik pengundian kedua untuk hadiah utama, akhirnya terpilih satu kupon undian yang ternyata dimiliki seorang anak yatim yang merupakan pelajar SMP Negeri 6 Lubuklinggau, Ayu.
Sementara itu pantauan Musirawas Ekspres pada acara itu juga tampak membaur masyarakat, selaian pelajar SD , SMP dan SLTA. Ribuan siswa yang mengikuti jalan santai hanyut dalam kegembiraan dan penuh harapan pada saat memasuki kegiatan bagi-bagi hadiah utama sepeda motor dan puluhan hadiah hiburan lainya.(ME-06)
Menurut salah satu panitia yang juga Kepala SMP 3 Lubuklinggau Maspa, mengatakan peserta jalan santai yang pada umumnya pelajar. Dikatakan Maspa seluruh hadiah yang di persembahkan dalam kegiatan jalan santai HUT Kota ini merupakan dukungan dari sponsor seperti Bank Sumsel Babel, PT Askes, PT Galaksi, BNI 46 Lubuklinggau dan sponsor lainya.
Untuk diketahui saja dalam kegiatan itu juga turut Wakil Walikota Lubuklinggau SN. Prana Putra Sohe, Kapolres Lubuklinggau Takwil Ihksan, Pimpinan Bank Sumsel Babel Samiludin, dan sejumlah Unsur Muspida serta pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau. (ME06) Baca Selengkapnya......
Dua Pengedar Sabu Diringkus
LUBUKLINGGAU-Tim Buser Polres Lubulinggau, Jumat (8/10) sekitar pukul 14.00 WIB menangkap dua orang yang diduga pengedar sabu-sabu. Keduanya adalah Sutan Aidi (42) warga Gang Jambu RT 6 Kelurahan Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II dan Chaidir (41) warga Jl Kenanga I RT I Kelurahan Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II.
Dari tersangka Sutan Aidi polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tujuh paket sabu-sabu. Sedangkan dari tersangka Chaidir diamankan 13 paket kecil shabu, dua paket besar sabu, enam paket ineks logo 7 UP, 20 ineks logo Lonceng, sembilan ineks logo S (Superman), satu ineks warna kuning, satu paket ineks warna biru, seperangkat alat hisap (bong), korek api gas, satu paket ganja, serta timbangan digital Merk CHQ.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Takwil Ichsan melalui kasat Reskrim AKP Johnson Nadapdap didampingi Kaur Bin Ops Iptu Sukirman menjelaskan, penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat. Bahwa tersangka Sutan Aidi akan bertransaksi narkoba di Jl Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara dengan MM (32) warga Desa Darma Sakti Kecamatan Terawas.
Sehingga anggota Tim Buser melakukan penyidikan. Sekitar pukul 14.00 WIB ketika tersangka Sutan Aidi hendak bertransaksi di Jl Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II, ia langsung diringkus.
Setelah dilakukan penggeleahan, di kantong jaket ditemukan tiga paket sabu. Kemudian dilakukan penggeledahan di rumah tersangka, ternyata di selipan seng kamar mandi ditemukan tiga paket sabu. Menurut pengakuannya kepada polisi, sabu-sabu didapatkan dari Chaidir.
Sekitar pukul 17.30 WIB tersangka Chaidir ditangkap di rumahnya. Hasil penggeledahan dirumah Chaidir, tepatnya dibawah meja rak piring ditemukan satu kantong plastik warna hitam.
Ternyata di dalam kantong plastik itu, berisi 13 paket kecil shabu, dua paket besar sabu, enam paket ineks logo 7 UP, 20 ineks logo Lonceng, sembilan ineks logo S (Superman), satu ineks warna kuning, satu paket ineks warna biru, seperangkat alat hisap (bong), korek api gas, satu paket ganja, serta timbangan digital Merk CHQ.
“Kedua tersangka kini diamankan di Mapolres dan menjalani proses penyidikan,” pungkas Kasat Reskrim.(ME-04) Baca Selengkapnya......
Rabu, 06 Oktober 2010
Herman : Mura Berjihat Pertahankan Suban Empat
MUSI RAWAS-Koordinator Sumpah Undang Undang (SUU) menyampaikan seruan ‘Mura Berjihat Pertahankan Suban Empat (Suban4)”. Seruan ini digulirkan mengingat Pemprov Sumsel dan Pemkab Muba makin nekat ingin merebut aset dan hak masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Mura yang sudah ditetapkan dengan dasar hukum yang kuat tepatnya Permendagri No 63 tahun 2007.
”SUU berpendapat bahwasanya konlik batas dan kepemiliakn Suban4 dengan Muba harus lebih serius disikapi. Makanya SUU akan sesegera mungkin menggalang tandatangan serta menggalang masa untuk mengajal bergabung dalam aksi ’Mura Berjihat Pertahan Suban empat,” tegas Herman. SUU juga menghimbau kepada masyarakat Mura, PNS, tokoh masyarakat dan SKPD termasuk pemuda segera memberi dukungan berjihat untuk mempertahankan Suban4.
Selain itu SUU mendesak masyarakat Mura dan Muratara khususnya untuk lebih peduli terhada nasib Suban4 yang pada akhirnya nanti menjadi sumber PAD bagi Kabupaten Muratara jika sudah disyahkan.
“Jangan hanya bernafsu ingin memekarkan diri namun asset yang ada malah terkesan dibiarkan. Ketika akan direbut orang lain tidak ada respon malah sibuk-sibuk yang lain,” ungkapnya.
Yang pasti menurut Herman yang sedari awal mengawal upaya mempertahankan Suban4 bahkan dengan menggelar aksi tunggal di Depdagri, SUU tidak rela Mura diperdaya atau istilahnya diinjak-injak oleh Pemkab Muba dan Pemprov Sumsel. Sebab kembali disampaikannya sudah sangat jelas adanya keputusan Mendagri menerbitkan Permendagri No 63 tahun 2007 yang menetapkan Suban4 masuk Mura.
”Untuk itu SUU mendesak agar Tim Kuasa Hukum dan Pemkab Mura agar benar-benar serius memperjuangkan Sumur Gas Suban4 yang ingin direbut paksa Muba. SUU mengecam tindakan Gubernur yang terkesan tidak mengakui keabsahan kepemilihan Suban4 atas Mura,” kata Herman. SUU juga meminta kepada DPRD Mura jangan cengeng.
”Ayo kapan lagi menunjukkan nyali ikut merasa memiliki Suban4. Seharunya DPRD sudah mendesak dan ikut campur atas perjuangan Suban4. Harus ada action tidak cukup hanya komentar ala kadarnya apalagi komentar yang tidak berbobot,” imbuhnya.
Anggota dewan menurutnya mempunyai andil besar untuk mempertahankan aset Mura ini.
”Buktikan kepedulian merasa memiliki Suban4 yang sebenarnya merupakan salah stau sumber gaji wakil rakyat,” unkapnya.
Herman juga menyampaikan langkah Muba ’ngadu’ ke Presiden ’nggak’ laku. Sebab jelas-jelas Setneg tidak mengakui hasil tinjauan Tim ke lapangan karena ini terkesan hanya rekyasa. Sebab terindikasi semuanya dilaksanakan ’Tim Ecek-ecek’ bentukan pihak tertentu untuk memaksakan kehendak.
Disampaikan Herman pula, hari ini dirinya akan mulai penggalangan tandatangan.
”Tandatangan akan ditorehkan pada kain putih sepanjang 10 meter dimulai dari DPRD Mura saat paripurnba,” katanya. Selanjutnya SUU akan menggelar aksi demontrasi menyampaikan seruan berjihat.
”SUU akan menyerukan ”Mura Berjihar Pertahankan Suban Empat” dalam aksi yang rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (7/10), di Kantor Bupati, DPRD dan turun ke jalan,” pungkasnya. (ME-02) Baca Selengkapnya......
”SUU berpendapat bahwasanya konlik batas dan kepemiliakn Suban4 dengan Muba harus lebih serius disikapi. Makanya SUU akan sesegera mungkin menggalang tandatangan serta menggalang masa untuk mengajal bergabung dalam aksi ’Mura Berjihat Pertahan Suban empat,” tegas Herman. SUU juga menghimbau kepada masyarakat Mura, PNS, tokoh masyarakat dan SKPD termasuk pemuda segera memberi dukungan berjihat untuk mempertahankan Suban4.
Selain itu SUU mendesak masyarakat Mura dan Muratara khususnya untuk lebih peduli terhada nasib Suban4 yang pada akhirnya nanti menjadi sumber PAD bagi Kabupaten Muratara jika sudah disyahkan.
“Jangan hanya bernafsu ingin memekarkan diri namun asset yang ada malah terkesan dibiarkan. Ketika akan direbut orang lain tidak ada respon malah sibuk-sibuk yang lain,” ungkapnya.
Yang pasti menurut Herman yang sedari awal mengawal upaya mempertahankan Suban4 bahkan dengan menggelar aksi tunggal di Depdagri, SUU tidak rela Mura diperdaya atau istilahnya diinjak-injak oleh Pemkab Muba dan Pemprov Sumsel. Sebab kembali disampaikannya sudah sangat jelas adanya keputusan Mendagri menerbitkan Permendagri No 63 tahun 2007 yang menetapkan Suban4 masuk Mura.
”Untuk itu SUU mendesak agar Tim Kuasa Hukum dan Pemkab Mura agar benar-benar serius memperjuangkan Sumur Gas Suban4 yang ingin direbut paksa Muba. SUU mengecam tindakan Gubernur yang terkesan tidak mengakui keabsahan kepemilihan Suban4 atas Mura,” kata Herman. SUU juga meminta kepada DPRD Mura jangan cengeng.
”Ayo kapan lagi menunjukkan nyali ikut merasa memiliki Suban4. Seharunya DPRD sudah mendesak dan ikut campur atas perjuangan Suban4. Harus ada action tidak cukup hanya komentar ala kadarnya apalagi komentar yang tidak berbobot,” imbuhnya.
Anggota dewan menurutnya mempunyai andil besar untuk mempertahankan aset Mura ini.
”Buktikan kepedulian merasa memiliki Suban4 yang sebenarnya merupakan salah stau sumber gaji wakil rakyat,” unkapnya.
Herman juga menyampaikan langkah Muba ’ngadu’ ke Presiden ’nggak’ laku. Sebab jelas-jelas Setneg tidak mengakui hasil tinjauan Tim ke lapangan karena ini terkesan hanya rekyasa. Sebab terindikasi semuanya dilaksanakan ’Tim Ecek-ecek’ bentukan pihak tertentu untuk memaksakan kehendak.
Disampaikan Herman pula, hari ini dirinya akan mulai penggalangan tandatangan.
”Tandatangan akan ditorehkan pada kain putih sepanjang 10 meter dimulai dari DPRD Mura saat paripurnba,” katanya. Selanjutnya SUU akan menggelar aksi demontrasi menyampaikan seruan berjihat.
”SUU akan menyerukan ”Mura Berjihar Pertahankan Suban Empat” dalam aksi yang rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (7/10), di Kantor Bupati, DPRD dan turun ke jalan,” pungkasnya. (ME-02) Baca Selengkapnya......
Dua Mobil Dilalap Api
LUBUKLINGGAU-Kebakaran terjadi di Jl Pematang Jaya Kelurahan Sidorejo Kecamatan Lubuklinggau Barat II tidak jauh dari SMPN 7 Lubuklinggau, Selasa (5/10) sekitar pukul 21.00 WIB. Akibat kebakaran itu, dua unit mobil terbakar yakni pick up L300 dan truk dan satu unit kandang ludes.
Kendaraan dan kandang yang terbakar adalah milik H Suaryono, warga Jl Bangau Kelurahan Bandung Ujung Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Kerugian akibat kebarakan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi dihimpun Musirawas Ekspres di lokasi kejadian, kandang tersebut dijaga oleh Deny, Iwan dan Ikang. Kebetulan kandang sedang kosong, karena ayam-ayamnya sudah dipanen beberapa waktu lalu.
Mereka awalnya hendak tidur, namun tiba-tiba melihat api jatuh dari sekering listrik ke tempat tidur. Sehingga api dalam waktu sekejap langsung membesar menghanguskan kandang ayam yang terbuat dari papan. Api pun membakar kedua mobil di samping kandang ayam.
Ketiga penjaga tadi berusaha memadamkan api dan meminta tolong kepada warga. Namun usaha mereka sia-sia karena api sudah sangat besar, apalagi kandang ayam terbuat dari kayu. Bahkan petugas pemadam kebakaran pun tak kuasa memadamkan api, barulah setelah kandang dan mobil ludes terbakar, api berhasil dipadamkan.
“Kami hendak tidur melihat api dari seklering listrik, kemudian jatuh mengenai kasur,” kami langsung bangun dan mengambil air minum untuk menyiram api. Namun api langsung mambesar dan malahap dinding kandang ayam,” jelas Ikang.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Takwil Ichsan melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat AKP Gunadi yang ditemui di lokasi kebakaran menjelaskan berdasarkan keterangan saksi-saksi, kebakaran diperkirakan akibat konsleting listrik. (ME-04) Baca Selengkapnya......
Kendaraan dan kandang yang terbakar adalah milik H Suaryono, warga Jl Bangau Kelurahan Bandung Ujung Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Kerugian akibat kebarakan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi dihimpun Musirawas Ekspres di lokasi kejadian, kandang tersebut dijaga oleh Deny, Iwan dan Ikang. Kebetulan kandang sedang kosong, karena ayam-ayamnya sudah dipanen beberapa waktu lalu.
Mereka awalnya hendak tidur, namun tiba-tiba melihat api jatuh dari sekering listrik ke tempat tidur. Sehingga api dalam waktu sekejap langsung membesar menghanguskan kandang ayam yang terbuat dari papan. Api pun membakar kedua mobil di samping kandang ayam.
Ketiga penjaga tadi berusaha memadamkan api dan meminta tolong kepada warga. Namun usaha mereka sia-sia karena api sudah sangat besar, apalagi kandang ayam terbuat dari kayu. Bahkan petugas pemadam kebakaran pun tak kuasa memadamkan api, barulah setelah kandang dan mobil ludes terbakar, api berhasil dipadamkan.
“Kami hendak tidur melihat api dari seklering listrik, kemudian jatuh mengenai kasur,” kami langsung bangun dan mengambil air minum untuk menyiram api. Namun api langsung mambesar dan malahap dinding kandang ayam,” jelas Ikang.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Takwil Ichsan melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat AKP Gunadi yang ditemui di lokasi kebakaran menjelaskan berdasarkan keterangan saksi-saksi, kebakaran diperkirakan akibat konsleting listrik. (ME-04) Baca Selengkapnya......
Selasa, 05 Oktober 2010
104 Kasek Dimutasi
*6 Nonjon
LUBUKLINGGAU-Pemkot Lubuklinggau Senin (4/10) melakukan mutasi besar jabatan Kepala Sekolah (Kasek) baik SD, SMP, SMA dan SMK. Bahkan tercatat 104 jabatan Kasek yang dimutasi dari 108 sekolah di Lubuklinggau, dengan rincian 85 SD, 12 SMP, enam SMA dan dua SMK.
Kemudian diketahui ada enam Kasek yang nonjob, yakni Kepala SMA 7, SMA 3, SMP 5, SMP 9, SMP 11 dan SMK 3. Namun ada juga empat sekolah yang Kasek-nya tidak dimutasi, yakni SMP 1, SMP 11, SMA 5 dan SMK 2.
Walikota Lubuklinggau Riduan Effendi menjelaskan berkaitan dengan mutasi ini mengatakan, mutasi dan rotasi jabatan kepala sekolah merupakan salah satu upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) sektor pendidikan. Tiga prioritas pembangunan untuk mencapai peningkatan IPM, yakni pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Menurutnya pendidikan memegang peranan penting terhadap maju atau mundurnya peradaban suatu bangsa. maka penanganan pendidikan harus serius dengan melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Wako juga mengingatkan, tujuan akhir pendidikan tidak sebatas nilai akademik atau lulus Ujian Nasional (UN), tetapi mewujudkan manusia yang beriman, bertakwa, berbudi luhur, menguasi iptek, dan berwawasan masa depan. Untuk mewujudkan tujuan itu dibutuhkan komitmen kuat dari seluruh komponen yang terlibat dalam pendidikan.
Para Kasek diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang menyalahi aturan.wako berjanji tidak segan-segan untuk memberikan tindakan tegas bagi kepala sekolah yang melakukan perbuatan merugikan masyarakat.
Selain melakukan mutasi para Kasek, dalam pelantikan ini juga dilakukan pengisian beberapa kekosongan jabatan setara Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Sub Bagian di Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD). Totalnya ada 43 jabatan yang ini, seperti jabatan Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan di Kantor Ketahanan Pangan, Kasi Penanggulangan Dampak Lingkungan di Kantor Lingkungan Hidup, Kasubag Keuangan di Dinas Kesehatan dan lain-lain. (ME-06) Baca Selengkapnya......
LUBUKLINGGAU-Pemkot Lubuklinggau Senin (4/10) melakukan mutasi besar jabatan Kepala Sekolah (Kasek) baik SD, SMP, SMA dan SMK. Bahkan tercatat 104 jabatan Kasek yang dimutasi dari 108 sekolah di Lubuklinggau, dengan rincian 85 SD, 12 SMP, enam SMA dan dua SMK.
Kemudian diketahui ada enam Kasek yang nonjob, yakni Kepala SMA 7, SMA 3, SMP 5, SMP 9, SMP 11 dan SMK 3. Namun ada juga empat sekolah yang Kasek-nya tidak dimutasi, yakni SMP 1, SMP 11, SMA 5 dan SMK 2.
Walikota Lubuklinggau Riduan Effendi menjelaskan berkaitan dengan mutasi ini mengatakan, mutasi dan rotasi jabatan kepala sekolah merupakan salah satu upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) sektor pendidikan. Tiga prioritas pembangunan untuk mencapai peningkatan IPM, yakni pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Menurutnya pendidikan memegang peranan penting terhadap maju atau mundurnya peradaban suatu bangsa. maka penanganan pendidikan harus serius dengan melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Wako juga mengingatkan, tujuan akhir pendidikan tidak sebatas nilai akademik atau lulus Ujian Nasional (UN), tetapi mewujudkan manusia yang beriman, bertakwa, berbudi luhur, menguasi iptek, dan berwawasan masa depan. Untuk mewujudkan tujuan itu dibutuhkan komitmen kuat dari seluruh komponen yang terlibat dalam pendidikan.
Para Kasek diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang menyalahi aturan.wako berjanji tidak segan-segan untuk memberikan tindakan tegas bagi kepala sekolah yang melakukan perbuatan merugikan masyarakat.
Selain melakukan mutasi para Kasek, dalam pelantikan ini juga dilakukan pengisian beberapa kekosongan jabatan setara Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Sub Bagian di Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD). Totalnya ada 43 jabatan yang ini, seperti jabatan Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan di Kantor Ketahanan Pangan, Kasi Penanggulangan Dampak Lingkungan di Kantor Lingkungan Hidup, Kasubag Keuangan di Dinas Kesehatan dan lain-lain. (ME-06) Baca Selengkapnya......
Tambang di Ulu Malus Ditutup
*Sempat Dihalangi Preman
LUBUKLINGGAU-Tim gabungan Pemkot Lubuklinggau dan DPRD Lubuklinggau, Senin (4/10) sekitar pukul 12.00 Wib telah menutup tambang galian C yang berada di Ulu Sungai Malus Kelurahan Petanang Ulu Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Penutupan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap pencemaran dan pengerusakan lingkungan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Lubuklinggau Hendi Budiono kepada Musirawas Ekspres, menjelaskan penutupan itu dilakukan tim yang terdiri dari Kantor Lingkungan Hidup, Bidang Pertambangan dan Energi Dinas Pekerjaan Umum, dan Sat Pol PP Kota Lubuklinggau.
“Kami bersama tim sudah melakukan pemortalan dan mengamankan alat berat milik PT Bania ke Polsek Lubuklinggau Utara I,” ujarnya.
Menurut Hendi penghentian proses eksploitasi galian C, untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi. Selain itu pihak PT Bania, menurut Hendi tidak mengindahkan himbauan Tim sidak DPRD Kota lubuklinggau. “Pihak pengusaha tidak memiliki etikat baik terhadap upaya DPRD yang melakukan sidak kelokasi tersebut,” jelasnya.
Hal itu terbukti maskipun pengusaha yang telah di minta untuk mengehentikan aktivitas penggalian batu di lokasi tersebut masih saja di lanjutkan. Maka dari itu pihaknya mendesak eksekutif supaya menutup kegiatan di ulu malus itu.
Lanjut Hendi sejauh ini data yang di himpun oleh timnya aktivitas galian yang dilakukan PT Bania sudah merambah ke lokasi yang bukan lagi sesuai izin yang direkomendasikan Pemkot Lubuklinggau. Sehingga akibatnya pencemaran air sungai ulu malus mengancam ekosismtem dikawasan tersebut
“Proses penghentian aktifitas galian C itu nyaris terjadi kericuhan, yakni petugas dari tim sempat dihalang-halangi preman. Namun berhasil dilerai oleh tim lainnya,” jelasnya.
Sementara itu informasi diterima Musirawas Ekspres, di Ulu Malus ada tiga tambang yang beroperasi, yakni Tamtama, Roda Mas dan Bania. Tambang Tamtama dan Roda Mas sudah terlebih dahulu ditutup, dan kemarin menyudul Bania juga ditutup.
Wakil Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe menjelaskan ia juga merekomendasikan agar tiga tambang yang beroperasi di Ulu Malus ditutup. “Tiga perusahaan yang melakukan penambangan harus menghentikan kegiatannya,” jelasnya.
Kemudian ditambahkannya, tim kemudian harus melakukan pemeriksaan di lapangan, sejauh mana kerusakan dan pelanggaran izin yang dilakukan oleh ketiga perusahaan itu. Jika hasil pemeriksaan memang melanggar, maka izin harus dicabut dan juga sebaliknya.
“Hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk rekomendasi apakah diberikan izin melanjutkan penambangan, atau sama sekali dilarang. Tentunya harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas Wawako. (ME06) Baca Selengkapnya......
LUBUKLINGGAU-Tim gabungan Pemkot Lubuklinggau dan DPRD Lubuklinggau, Senin (4/10) sekitar pukul 12.00 Wib telah menutup tambang galian C yang berada di Ulu Sungai Malus Kelurahan Petanang Ulu Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Penutupan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap pencemaran dan pengerusakan lingkungan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Lubuklinggau Hendi Budiono kepada Musirawas Ekspres, menjelaskan penutupan itu dilakukan tim yang terdiri dari Kantor Lingkungan Hidup, Bidang Pertambangan dan Energi Dinas Pekerjaan Umum, dan Sat Pol PP Kota Lubuklinggau.
“Kami bersama tim sudah melakukan pemortalan dan mengamankan alat berat milik PT Bania ke Polsek Lubuklinggau Utara I,” ujarnya.
Menurut Hendi penghentian proses eksploitasi galian C, untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi. Selain itu pihak PT Bania, menurut Hendi tidak mengindahkan himbauan Tim sidak DPRD Kota lubuklinggau. “Pihak pengusaha tidak memiliki etikat baik terhadap upaya DPRD yang melakukan sidak kelokasi tersebut,” jelasnya.
Hal itu terbukti maskipun pengusaha yang telah di minta untuk mengehentikan aktivitas penggalian batu di lokasi tersebut masih saja di lanjutkan. Maka dari itu pihaknya mendesak eksekutif supaya menutup kegiatan di ulu malus itu.
Lanjut Hendi sejauh ini data yang di himpun oleh timnya aktivitas galian yang dilakukan PT Bania sudah merambah ke lokasi yang bukan lagi sesuai izin yang direkomendasikan Pemkot Lubuklinggau. Sehingga akibatnya pencemaran air sungai ulu malus mengancam ekosismtem dikawasan tersebut
“Proses penghentian aktifitas galian C itu nyaris terjadi kericuhan, yakni petugas dari tim sempat dihalang-halangi preman. Namun berhasil dilerai oleh tim lainnya,” jelasnya.
Sementara itu informasi diterima Musirawas Ekspres, di Ulu Malus ada tiga tambang yang beroperasi, yakni Tamtama, Roda Mas dan Bania. Tambang Tamtama dan Roda Mas sudah terlebih dahulu ditutup, dan kemarin menyudul Bania juga ditutup.
Wakil Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe menjelaskan ia juga merekomendasikan agar tiga tambang yang beroperasi di Ulu Malus ditutup. “Tiga perusahaan yang melakukan penambangan harus menghentikan kegiatannya,” jelasnya.
Kemudian ditambahkannya, tim kemudian harus melakukan pemeriksaan di lapangan, sejauh mana kerusakan dan pelanggaran izin yang dilakukan oleh ketiga perusahaan itu. Jika hasil pemeriksaan memang melanggar, maka izin harus dicabut dan juga sebaliknya.
“Hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk rekomendasi apakah diberikan izin melanjutkan penambangan, atau sama sekali dilarang. Tentunya harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas Wawako. (ME06) Baca Selengkapnya......
Langganan:
Postingan (Atom)






